BSWlBUr8TSY0Tfd8GpW0GSzlTd==

PCNU Kabupaten Serang Gelar Konferensi II dan Lantik Pengurus MWC NU Cikande Masa Khidmat 2026–2031

Serang,Kominfo.co.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Serang menggelar Konferensi ke-II Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Cikande sekaligus melantik kepengurusan baru masa khidmat 2026–2031. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Gedung Perpustakaan Yayasan Yasofi, Kampung Bahbul, RT 07/RW 02, Desa Situ Terate, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Jumat (16/1/2026).

Acara ini dihadiri unsur Muspika Kecamatan Cikande, Kepala Desa Situ Terate, Ketua PWNU Provinsi Banten KH. Hafis Gunawan, Ketua PCNU Kabupaten Serang KH. M. Robi Utsman, Lc., MH, Ketua MWC NU Cikande demisioner Kiai Aang Anharudin, S.Pd.I, Ketua Panitia Konferensi Ustaz Ahmad Saepul Rochman, M.Pd, jajaran pengurus PCNU dan MWC NU, para pengurus ranting NU se-Kecamatan Cikande, tokoh masyarakat, RT/RW setempat, serta masyarakat Kampung Bahbul.

Konferensi ke-II ini tidak hanya menjadi ajang pelantikan pengurus MWC NU Kecamatan Cikande, tetapi juga sekaligus mengukuhkan kepengurusan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Cikande. Kegiatan tersebut mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Menggapai Berkah, Menuju Kemandirian Jam’iyah”, dengan komitmen bersama untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ketua Panitia Konferensi, Ustaz Ahmad Saepul Rochman, M.Pd, yang akrab disapa Oman, menjelaskan bahwa Konferensi ke-II MWC NU Kecamatan Cikande merupakan agenda organisasi yang telah ditetapkan PCNU Kabupaten Serang guna memilih kepengurusan baru.

“Seluruh tahapan telah kami laksanakan, mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, hingga penetapan bakal calon. Namun karena hanya terdapat satu bakal calon yang mendaftar, maka proses pemilihan dilanjutkan melalui sidang konferensi sesuai aturan organisasi,” jelasnya kepada wartawan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang diiringi lantunan hadrah Muslimat NU Cikande, pembacaan doa bersama yang dipimpin Kiai Aan Burhanudin, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Odih, sambutan-sambutan, hingga sidang pleno Konferensi ke-II yang dipimpin Sekretaris PCNU Kabupaten Serang, Surya Tahrudin atau Mastur.

Sementara itu, Ketua PWNU Provinsi Banten KH. Hafis Gunawan melalui Sekretaris PCNU Kabupaten Serang, Surya Tahrudin, menyampaikan bahwa Konferensi ke-II ini merupakan amanat organisasi dalam rangka regenerasi kepemimpinan dan penyusunan program kerja lima tahunan.

“Alhamdulillah, Konferensi berjalan lancar dan menghasilkan kepengurusan baru MWC NU Kecamatan Cikande masa khidmat 2026–2031. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran NU di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Dalam Konferensi tersebut, Kiai Edo ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Cikande masa khidmat 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi setelah mendapatkan dukungan penuh dari seluruh pengurus ranting NU se-Kecamatan Cikande. Sebelumnya, Kiai Edo menjabat sebagai Sekretaris MWC NU Cikande.

Adapun Ketua MWC NU periode sebelumnya, Kiai Aang Anharudin, S.Pd.I, kini dipercaya mengemban amanah sebagai bagian dari jajaran Rais Syuriyah.

“Kami berharap kepengurusan baru ini membawa semangat baru, mampu melanjutkan program-program yang telah direncanakan, serta semakin memperkuat dakwah dan pelayanan NU kepada masyarakat,” tambah Mastur.

Ketua MWC NU Kecamatan Cikande terpilih, Kiai Edo, dalam keterangannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Terima kasih kepada seluruh pengurus, pengurus ranting, serta masyarakat Kecamatan Cikande. Amanah ini akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan jam’iyah dan umat,” ungkapnya.

Ia juga berharap ke depan MWC NU Cikande dapat memperluas gerakannya, bersinergi dengan pemerintah dan dunia usaha di wilayah Cikande, serta menghadirkan program-program sosial keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“MWC NU Cikande harus menjadi organisasi yang religius, mandiri, berdaya saing, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah sebagai fondasi perjuangan NU,” pungkasnya.(Js, Kominfo)

Komentar0

Type above and press Enter to search.